Info Terkini

Silahkan EDIT Profile anda

25 Maret 2009

Untuk Mengaktifkan ID YAHOO ... silahkan masuk ke member area dan edit ulang semua profile anda


Bonus WEBSITE Pribadi

23 Mei 2008

Promo Hebat... Untuk Member yang Join 7 Paket lansung akan saya berikan sebuah website pribadi buat anda seperti website www.jualanpropolis.com (nawa web terserah anda semua) dan akan saya pasangkan iklan di www.produkbagus.com dan www.iklanasia.com


BONUS 8 Juta Sehari

23 Mei 2008

Hari Ini saya benar2 terkesima melihat bonus upline saya yang 8 Juta sehari... kapan ya kira2 Saya Baru 2 - 6 jutaan sebulan... moga2 cepet nyusul....


OPP Di MTC Soekarno Hatta

23 Mei 2008

Hari INI akan ada acara OPP Melia DI MTC Soekarno Hatta di Kampung parahyangan.. SNAK.>> DOOR PRICE semua FREE


Arsip

 

Statistik

 

Aktif

:

124

Free

:

244

Total

:

368

Total Hit

:

216905
 

 

10 Pendaftar Terakhir

 

Yohanes Paulus Alva Kurniawan

alva.kurniawan

 

Agung Nugroho

agnu_67@yahoo.com

 

susiasih

naura_syaafi@yahoo.com

 

Wiwit Chujiah

wi2tchujiah@yahoo.co.id

 

Sahri Sutardi

sahris

 

NURSALEH

adam.nsale

 

Achmad Suparto

achmadsuparto 24

 

Floriana Gandi

floirvan

 

SYARIF HIDAYAT

syarifhidayatgj@yahoo.co.id

 

amir hadi

hadi_1426

 

rachmat widodo

dodo_uts

 

Christiyawan

chr1ssn4

 

Muhammad Subchan

msubchan80@yahoo.com

 

Muhammad Risal

risalbisnis

 

Afrida Sugihen

rmhv17

 

 

 

10 Member Up Grade

 

Yohanes Paulus Alva Kurniawan

Phone :

alva.kurniawan

 

Achmad Suparto

Phone :

achmadsuparto 24

 

rachmat widodo

Phone :

dodo_uts

 

Christiyawan

Phone :

chr1ssn4

 

Afrida Sugihen

Phone :

rmhv17

 

 

 

Adsense

Iklan Adsense

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

Meliahebat

 

 

 

Berhati-hatilah tapi jangan ragu

 

Hati-hati, uang anda bisa menguap begitu saja jika anda tidak memperhatikan manajamen resiko trading. Ingatlah bahwa forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai forex trading :
1. Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
2. Arus dana sangat cepat (very liquid)
3. Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin untung 100%

4. Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading.

Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

1. Cut Loss


Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Detail Kasus Lainnya:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah quantity 10000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

 

Profit dan Loss dihitung dengan rumus sebagai berikut

 


Diketahui: Posisi Close: 1.8825 # Posisi Open: 1.8850 # Quantity: 10000 # Maka: Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 10000 # Loss = -0.0025 x 10000 # Loss = $-25 (Tuan A mengalami kerugian $25)

2. Switching


Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.

 

Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

Contoh kasus

Mr. X memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.

Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan ? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang Dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.

Tips Untuk Anda: # Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup. # Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 30000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)


 

Diketahui Posisi Close: 1.8825 # Posisi Open: 1.8850 # Quantity: 30000 # Maka Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 30000 # Loss = -0.0025 x 30000 # Loss = $-75 (Tuan A mengalami kerugian $75)

Kemudian Tuan A menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tn. A membuka posisi Sell dengan Quantity sebanyak 20000 pada 1.8820. Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8730. Pada akhirnya Tn. A menutup posisinya pada 1.8740. Tuan A mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 - 1.8740 = 0.0080)

 

 

 

Profit/Loss = (1.8820 - 1.8740) x 20000 # Profit = 0.0080 x 20000 # Profit = $160

Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
 

Trading I = -$75
Trading II = $160
Laba = $160 - $75 = $85 atau Rp. 765.000,- ($1 = Rp 9000)

3. Averaging


Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama, yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Contoh Kasus


Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Mr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 20000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825. Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 dengan jumlah 10000. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900. Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :

 

 

 

Posisi I : Profit/Loss = (1.8900 - 1.8850) x 200000 # Profit = 0.0050 x 20000 # Profit Posisi I = $ 100
 

Posisi II : Profit/Loss = (1.8900 - 1.8825) x 10000 # Profit = 0.0075 x 10000 # Profit Posisi II = $75

Jumlah Profit kedua posisi : $160 + $75 = $235 atau Rp 2.115.000,- ($1 = Rp9000)

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Yang penting Anda belajar dan belajar terus (sumber info: http://www.manfx.blogspot.com)

 
 

Perlu Bantuan membuka acc?

Silahkan Kontak Admin

081220181780

081802190005

atau Klik disini

 

 

 

Kontak Kami

Mauritius Corporate headquarters:
Ebene Heights No 34, Cybercity Ebene, Mauritius
+230 403 43 72
+230 403 43 00

Cyprus Legal support office:
14, Loukis Akrita St., Limassol 3030, Cyprus
+357 (25) FXOPEN
+357 (25) 030250

Cairo, Egypt Regional co-ordination office:
Cairo, Egypt
14 Al Gezira Al Wosta, Zamalek, Cairo
+20100033991
+20100033992
+20100033993

Paris, France Regional co-ordination office:
Paris, France
68 bis boulevard Pereire, 75017 Paris France
+33 870 440 213
+33 144 014 574

Kuala Lumpur, Malaysia Regional co-ordination office:
Kuala Lumpur, Malaysia
 

Jakarta, Indonesia Regional co-ordination office:
Jakarta, Indonesia
Grand Indonesia Menara BCA, Jalan MH Thamrin No. 1, 10310 Jakarta Indonesia
+6221-23584694
 

Almaty, Kazakhstan Regional co-ordination office:
Almaty, Kazakhstan
25, Koktem-1, SARL "Center-Bio" Almaty, Kazakhstan
+7 (727) 395 30 92
 

Moscow, Russia Regional co-ordination office:
Moscow, Russia
45th floor, Presnenskaya naberejnaya 12,
Moscow, Russia, 123100
+7(495) 646-38-24

Office's working time
10.00-18.00 (GMT+3) Mon-Fri

 

Info Rekening

REKENING BANTUAN DEPOSIT

Atas nama : David Michael H

 

BCA

BCA (RUPIAH) :

2886074490
BCA DOLLAR :

2887037376

 

 Bank Mandiri

Bank Mandiri :

1180005638019

 

 BNI 46

BNI : 0143735432

 

CIMB Niaga

CIMB Niaga :

9220123193119

 

Bank Permata

Bank Permata :

4100060766

 

BRI

BRI :

111801000554500

 

BII

BII : 1221083650

 

Panin USD

Panin USD :

1454040201

 

Bank Muamalat

Bank Muamalat :

9203571999

 

Bank Danamon

Bank Danamon :

98707037

 

BTN

Bank Tabungan Negara :

0020801500018612

 

KONFIRMASI

David Michael H.
Ym: fxind_cs1
support [at] fxind [dot] com
087880376076
LR = U8054089
ACC FXOPEN = 16248

LiveZilla Live Help


*) Live Support

bukan FXInd CS1

 

 

Info Bisnis

Iklan kanan bagus

 

Online Statistik

 

Link Kami

Ingin punya web seperti ini?

hubungi kami

www.melanicyber.com

081220181780

 

 

Berdagang di pasar Forex melibatkan resiko yang tinggi, termasuk kehilangan dana secara total dan kerugian lainnya, dan tidak sesuai untuk semua investor.  Klien harus memiliki pertimbangan yang baik tentang apakah berdagang di pasar Forex cocok atau tidak, terkait dengan kondisi finansial, pengalaman investasi, toleransi resiko, dan faktor lainnya.
2008 All rights reserved. © FXOpenGuide.com