|
Tidak seperti analisa fundamental, analisa tehnikal
merupakan proses untuk menentukan pergerakan harga di masa mendatang engan
melihat kondisi dan keadaan perdagangan di masa sebelumnya. Banyak cara
dilakukan, baik dengan perhitungan berdasarkan pada harga rata rata, harga
rata-rata berjalan, volume perdagangan, high-low-open-close, serta kombinasi
dan cara yang lain lagi.
Biasanya dalam suatu trading platform seperti
metatrader(tm) atau yang lain telah disediakan indikator-indikator umum yang
sering dipakai dalam trading.
1. Dasar analisis tehnikal
Untuk melihat pergerakan harga di masa yang akan
datang berdasarkan peristiwa masa lalu, dipergunakan pertimbangan yang
berdasar ada tingkat harga, volume perdagangan serta time frame.
Jika harga bergerak naik, bergerak turun, atau relatif stabil, maka hal
tersebut dipergunakan untuk memprediksikan bagaimana tingkat harga di masa
yang akan datang.
Demikian juga jika kuantitas perdagangan meningkat, atau berkurang, atau tetap,
dipergunakan untuk menentukan apakah open posisi atau tidak, serta untuk
menentukan open buy atau open sell. Dengan menggunakan pergerakan harga
berdasarkan jangka waktu perdagangan, baik 15 menit, 1 jam, 4 jam, harian,
mingguan, maupun bulanan sebagai salah satu faktor yang dijadikan patokan
dalam trading, serta hal tersebut menjadikan penentu dalam model trading baik
untuk intraday, swing, medium term, maupun trading jangka panjang.
2. Model chart
Chart yang paling sering dipergunakan untuk trading dalam berbagai platform
adalah model chart line, bar serta candlestick.
- line chart
Untuk bentuk line chart sangat mudah dipergunakan
dalam melihat trend. Dengan melihat kecenderungan garis kearah atas, bawah
atau ke samping dapat dipergunakan sebagai indikator pergerakan harga sampai
terbentuk arah/tren yang baru.

- bar chart
Bar chart dapat menunjukkan nilai open, close, high
serta low pada suatu time frame. Dengan melihat garis vertikal yang
menunjukkan nilai high dan low, garis horizontal di kiri garis vertikal
menunjukkan nilai open, dan garis horizontal di sebelah kanan garis vertikal
menunjukkan nilai close.

- candlestick chart
Candlestick chart merupakan variasi dari bar chart
dengan perbedaan pada penentuan nilai open dan close yang ditunjukkan dengan
kotak. Jika kotak putih berarti nilai close lebih tinggi dari open, jika kotak
hitam berarti nilai close lebih rendah dari nilai open.
Rangkain dan bentuk candlestick sering dipergunakan
sebagai indikator akan tingkat harga selanjutnya.
Misalnya saja bentuk dragonfly, gravestone, hangingman, hammer, serta shooting
star.

3. Trend
- trend naik

- trend turun

- sideways

4. Pivot, Support dan Resistance
Pivot point merupakan suatu tehnik yang dipakai
trader untuk menentukan masuk dan keluar pasar berdasarkan pada tingkat harga
hari sebelumnya. Data hari sebelumnya yang
dipergunakan adalah High price, Low price serta Close price.
Perhitungan yang dilakukan adalah:
Pivot Point = (H + L + C)/ 3
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
C = Close Price (Harga penutupan hari sebelumnya)
Penggunaan nilai pivot ini adalah dengan melihat
pergerakan harga apakah harga cenderung naik atau turun menjauhi nilai pivot
pada hari itu.
Metode ini disertai dengan penentuan nilai support
dan resistance.
Support merupakan nilai kisaran dimana harga akan
tertahan atau jika nilai support tertembus maka harga akan cenderung terus ke
bawah menuju ke titik support berikutnya.
Perhitungan nilai support:
S1 = (2 * Pv)- H
S2 = Pv -(H - L)
S3 = L - 2 * (H - Pv)
S1 = Support level 1
S2 = Support level 2
S3 = Support level 3
Pv = Pivot Point
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
Selain nilai support yang dijadikan patokan dalam
open posisi short, maka nilai resistance merupakan nilai yang dijadikan
pertimbangan dalam penentuan batas apakah harga pada saat itu akan berbalik
arah turun atau terus menanjak.
Perhitungan nilai Resistance:
R1 = (2 * Pv) - L
R2 = Pv + (H - L)
R3 = H + 2 * (Pv - L)
R1 = Resistance Level 1
R2 = Resistanve Level 2
R3 = Resistanve Level 3
Pv = Pivot Point
H = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
Ada berbagai variasi dalam penentuan nilai Pivot,
Support, serta Resistance sehingga dalam perhitungan antara satu dengan yang
lain dapat sedikit berbeda. Selain itu penentuan kapan hari sebelumnya juga
dapat menjadi penyebab perbedaan nilai, karena selama 24 jam 5 hari seminggu
pasar terus buka mengikuti perputaran pembukaan dan penutupan pada
masing-masing pasar baik dari Amerika,
Asia, serta pasar Eropa dan kembali lagi ke pasar
Amerika.
5. Analisa Fibonacci
Leonardo Fibonacci adalah seorang ahli matematika
dari Italia yang hidup pada awal abad 12. Angka Fibonacci merupakan angka
matematika yang merupakan urutan angka, dimana angka selanjutnya merupakan
jumlah dari dua angka sebelumnya:
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233...
Jika dilakukan perhitungan antar angka, hasilnya
menunjukkan bahwa angka sesudahnya mendekati 1.618 kali dari angka sebelumnya
atau angka sebelumnya adalah mendekati 0.618 kali angka sesudahnya.
Perhitungan angka inilah yang
dijadikan dasar dalam perhitungan dalam trading forex.
Salah satu penggunaannya adalah untuk perhitungan Fibonacci Retracements.
Penggunaannya adalah, ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan dalam
suatu peride waktu tertentu, maka akan ada kemungkinan pembalikan harga.
Seberapa jauh tingkat pembalikan harga yang menjadi support atau resistance
itulah yang dihitung berdasarkan pada prosentase angka fibonacci:
0.0%, 23.6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 100%, 161,8%,261,8% dan 423,6%.
Cara yang dilakukan adalah menentukan titik awal dan titik akhir trend
pergerakan harga, kemudian menarik garis berdasarkan pada prosentase dari range
perbedaan harga dua titik tersebut.
6. Indikator Matematis Lain
Banyak sekali indikator-indikator yang sering
dijadiakan acuan dalam trading, dengan berbagai keuntungan dan kerugian
masing-masing. diantaranya adalah:
- Moving Average
- MACD
- Stochastic
- Momentum
- ROC
- CCI
- RSI
- Bollinger
- Parabolic SAR |